Kuda Hitam Olimpiade Tokyo 2020 Harus Diwaspadai Ganda Putra Indonesia

0
249
Kuda Hitam Olimpiade Tokyo 2020 Harus Diwaspadai Ganda Putra Indonesia

Sumber Foto : Indosport

Ragasportnews.com – Berikut ini lima ganda putra yang jadi kuda hitam Olimpiade 2020 dan patut diwaspadai Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sempat tertunda karena Covid-19, Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar dalam 23 Juli-8 Agustus  nanti. Salah satu cabang yang akan dilangsungkan merupakan bulutangkis, yang dilangsungkan 24 Juli-3 Agustus pada Musashino Forest Sport Plaza.

BWF selaku induk bulutangkis dunia sudah mengakhiri kualifikasi untuk Euro 2020. Kemudian Indonesia sendiri akan berhasil meloloskan total 7 wakil yang akan turun di 5 nomor.

Mereka merupakan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva (ganda campuran).

Dari nama-nama tersebut, ganda putra sebagai nomor yang paling diunggulkan meraih medali emas.

Pasalnya, Kevin Sanjaya/Marcus Gideo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menempati posisi 1 dan 2 dalam daftar kualifikasi alias Race to Tokyo. Secara peringkat dunia pun mereka menempati posisi yang sama.

Nomor ganda sendiri akan diikuti oleh 16 pasangan, menggunakan tiap negara maksimal mengirimkan 2 wakil. Selain Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra, pasangan lain yang juga jadi favorit merupakan Li Jun Hui/Liu Yu Chen dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Meski demikian, dilansir situs resmi BWF, terdapat sejumlah pasangan lain yang berpotensi sebagai kuda hitam dan tampil mengejutkan di Olimpiade 2020 nanti. Siapa saja? Berikut ini ulasannya:

Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty

Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dikenal menjadi ganda yang cepat dan punya kemampuan yang baik, dengan Shetty piawai bermain pada depan net sedangkan Rankireddy punya smes yang kuat.

Sukses menembus semifinal Thailand Open dan Swiss Open memperlihatkan mereka sudah menemukan sentuhan terbaik musim ini. Saat dilatih oleh Mathias Boe, ganda India ini patut diwaspadai.

Aaron Chia/Soh Wooi Yik

Sejak menembus final All England 2019 yang melesatkan nama mereka, Aaron Chia/Soh Wooi Yik memperlihatkan performa yang naik turun.

Namun, ketika dalam performa yang baik Aaron Chia/Soh Wooi Yik sebagai salah satu ganda yang sulit dihentikan. Meski demikian, Kevin/Marcus punya rekor cantik terhadap ganda Malaysia ini.

Ada Dua Wakil Eropa

Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen

Ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen sudah membuktikan kapasitas mereka menjuarai ajang  besar, misalnya yang terjadi pada China Open 2018. Sayangnya, mereka masih belum bisa menunjukkan konsistensi.

Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen sendiri memperlihatkan performa cukup buruk pada Asian Leg awal tahun ini dengan dua kali tersingkir pada babak pertama.

Namun, mereka berhasil bangkit menggunakan memenangi Swiss Open dan mencapai semifinal All England. Apabila bisa menemukan performa terbaik, andalan Denmark ini bisa melaju jauh pada Olimpiade Tokyo 2020.

Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov

Dengan postur dan tenaga besar dan jangkauan yang panjang, duo Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dikenal menjadi pasangan yang unik sekaligus berbahaya.

Berbekal pengalaman tampil pada 2 edisi Olimpiade dan performa apik tahun ini dengan menjadi finalis Denmark Open dan menjuarai Kejuaraan Eropa, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov bisa sebagai masalah bagi dalam ganda papan atas.

Choi Solgyu/Seo Seung Jae

Pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae sebagai salah satu ganda putra menggunakan perkembangan paling pesat, sebelum pandemi Covid-19 mengacaukan kalender turnamen bulutangkis.

Meski demikian, menggunakan minimnya pertandingan belakangan ini, mereka tetap tampil solid sehingga berhasil dua kali menembus semifinal pada Asian Leg.

Gaya bermain kidal Seo Seung Jae yang piawai mengarahkan bola ke sudut sulit membuahkan mereka salah satu ganda menggunakan permainan sulit ditebak, yang bisa menguntungkan mereka pada ajang sebanyak Olimpiade 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here