Meski Sukses Gaet Lionel Messi, PSG Siap-siap Diadang Masalah Besar

0
196

ragasportnews.comParis Saint-Germain harus siap menghadapi masalah besar meskipun mereka telah menemukan cara untuk menjerat Lionel Messi dari Barcelona.

Paris Saint-Germain baru-baru ini membuat kemajuan penting dengan menandai Lionel Messi dari Barcelona.

Baca juga : Setelah Lionel Messi, Al-Khelaifi Sudah Tahu Cristiano Ronaldo Akan Gabung PSG Gratis

Messi mendapatkan pertukaran bebas setelah lalai untuk memperluas perjanjiannya dengan Barcelona.

Tak hanya Messi, PSG juga mendapatkan tiga pemain berbeda yang ditukar secara cuma-cuma.

Ketiga pemain tersebut adalah Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, dan Georginio Wijnaldum.

Selain itu, Les Parisiens juga membeli Achraf Hakimi dari Inter Milan.

Sangat menakjubkan, PSG bisa membayar Messi dalam ukuran 40 juta euro atau sekitar Rp 677,37 miliar untuk setiap musim.

Jumlah ini segera membuat Messi menjadi pemain dengan bayaran termahal di PSG, namun juga di Liga Prancis.

Meski demikian, PSG tak hanya memberikan kompensasi besar kepada Messi, ada beberapa nama lain yang jelas juga digaji besar.

Neymar menjadi pemain berikutnya untuk mendapatkan bayaran yang signifikan di PSG, yang menambahkan hingga 36,8 juta euro untuk setiap musim.

Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Kylian Mbappe dengan kompensasi 25 juta euro untuk setiap musim.

Empat pemain PSG baru lainnya juga memiliki kompensasi yang cukup besar.

Ramos sendiri menjelma menjadi pemain keempat dengan kompensasi paling signifikan senilai 21 juta euro setiap tahunnya.

Sedangkan Donnarumma mendapatkan 12 juta euro untuk setiap musimnya sebanding dengan kiper PSG lainnya, Keylor Navas.

Wijnaldum dan Hakimi sama-sama dibayar 9,8 juta euro untuk setiap musim oleh PSG.

Meski berhasil mencatatkan sejarah di bursa kali ini, PSG tentu saja menghadapi masalah lain.

Masalah ini diidentifikasi dengan pedoman moneter yang diterapkan oleh UEFA atau Financial Fair Play (FFP).

Diungkap BolaSport.com dari Marca, PSG tidak akan cepat bergantung pada sanksi FFP saat ini.

Pasalnya, penilaian FFP akan dilakukan menjelang akhir musim 2021-2022 dengan hitungan dua tahun.

PSG mencatat kekurangan 200 juta euro terus musim tergantung laporan moneter.

Meskipun demikian, dengan munculnya Messi dan empat pemain baru lainnya, PSG kini telah memperluas rekor pengeluaran mereka menjadi 300 juta euro.

Jumlah ini jelas tidak memenuhi ketentuan FFP yang mengharuskan catatan keuangan klub pada dasarnya berada pada titik break event (BEP).

Oleh karena itu, PSG harus menemukan cara besar untuk menghindari sanksi FFP menjelang akhir periode.

Kemungkinan besar kemajuan yang paling mungkin adalah menjual berbagai suku cadang di pasar bursa pertengahan tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here