Nunggak Gaji, Pemilik Inter Putus Kontak dengan Eks Pemain Jiangsu

0
227

ragasportnews.com – Eder mengaku bahwa bos Inter Milan, Steven Zhang, tak pernah balas pesan singkat terkait tunggakan gaji pemain. Padahal, dulu Eder dan Zhang sering bertukar pesan.

Eder sempat bermain di Liga China dengan kostum Jiangsu Suning FC. Klub tersebut dimiliki oleh Suning Group, yang merupakan perusahaan keluarga Zhang.

Baca juga : Man of the Match Inter Milan vs Genoa: Hakan Calhanoglu

Selain itu, Suning Grup juga mengakuisisi Inter Milan. Steven Zhang selaku anak dari pemilik Suning Grup bertindak sebagai bos besar di Nerazzurri.

Jiangsu kemudian resmi membubarkan tim per 28 Februari 2021 atau sekitar lima tahun usai membeli klub pada Desember 2015. Tak cuma tim utama, tapi Suning juga membubarkan tim sepakbola wanita dan akademinya.

Pandemi virus corona disebut sudah membuat keuangan Suning Group menjadi kacau, sehingga memutuskan fokus di usaha utamanya, yakni bisnis ritel ketimbang non-ritel.

Eder mengaku suka diundang oleh ayah Zhang untuk makan bersama. Hal tersebut terjadi sebelum klub dibubarkan. Saat ini, Eder tidak pernah mendapatkan balasan pesan dari Zhang terkait tunggakan gaji.

Suning Group saat ini masih punya tunggakan gaji kepada mantan pemain Jiangsu. Pemilik klub belum menyelesaikan masalah tersebut meski Jiangsu sudah dibubarkan.

“Kami sering bertukar pesan dengan Steven Zhang, ayahnya mengundang kami untuk makan malam di rumahnya, tetapi pada akhir kompetisi 2020, mereka menutup pintu klub, mereka tidak lagi menanggapi pesan dan tidak ada yang pernah menjelaskan alasannya,” kata Eder kepada SportMediaset.

“Mereka setidaknya bisa memberi tahu kami bahwa mereka dalam masalah, bahwa mereka akan membayar kami dalam lima atau sepuluh tahun. Sekarang, dari China, mereka memberi tahu saya bahwa mereka memperbaiki gaji karyawan, mereka memiliki lebih banyak masalah dengan kami para pesepakbola,” sambungnya.

“Saya tidak ingin Inter berakhir seperti kami. Saya melihat pemain pergi setelah Antonio Conte, saya tahu mereka harus menjual karena mereka sedang berjuang.”

“Saya berbicara dengan (Samir) Handanovic minggu lalu dan dia mengatakan kepada saya bahwa semuanya normal, tidak pernah ada masalah, jadi saya senang,” tegasnya.

Inter mengalami krisis keuangan setelah menjadi juara Liga Italia 2020/2021. Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku sampai harus dijual untuk mengatasi masalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here