Pajak Lebih Bersahabat, Messi Irit Rp142 Miliar di PSG

0
288

ragasportnews.com – Kepala Pajak Eropa (APMEA) Lluis M Fargas Mas mengatakan Lionel Messi mendapat tugas lebih dari Prancis saat membela Paris Saint-Germain (PSG) daripada selama berada di Barcelona.

Hal itu diungkapkan Fargas dalam rubrik yang dibagikan di Bloomberg Tax, Kamis (9/9). Spesialis di Harvard Business Schools mengatakan tuduhan di Spanyol dan Prancis tidak terkait dengan giliran Messi.

Baca juga : Lionel Messi Hanya Jadikan PSG sebagai Pelarian Lewat Klausul Kontrak Istimewa

Semua hal yang sama strategi tugas Prancis akan memberikan hiburan kepada bintang grup publik Argentina. Bagaimanapun, dalam penyelidikan Fargas, ada dua faktor yang membuat Messi setuju dengan situasi penilaian Prancis.

Pertama disebut dengan istilah rezim inpatriat. Inpatriat merupakan istilah tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan di lokasi kantor pusat perusahaan, tetapi dia bukan warga negara dari perusahaan tersebut.

Dari rezim inpatriat ini Messi secara garis besar tidak harus membayar pajak atas 30 persen gaji yang diterima, dan membayar setengah dari pajak pendapatan yang diterima untuk hak citranya dari negara penghasilan itu didapat.

Kedua pajak kekayaan. Kebijakan pajak kekayaan di Prancis disebut lebih bersahabat dibanding Spanyol.

Konkretnya, selama di Spanyol Messi harus membayar pajak dari total kekayaan globalnya. Sedangkan selama membela Les Parisien, sebutan PSG, Messi hanya dikenakan pajak untuk aset yang berada di wilayah Prancis saja.

“Menurut Perjanjian Perpajakan Berganda (DTA) yang ditandatangani antara Spanyol dan Prancis, properti pemain yang berlokasi di wilayah Spanyol akan dikenakan pajak di Spanyol, sehingga properti yang tidak berlokasi di Spanyol atau Prancis, atau properti bergerak, tidak akan dikenakan pajak sama sekali,” tulis Fargas.

Menurut majalah Forbes, pada 2020 diperkirakan kekayaan Messi lebih dari lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp14,253 triliun. Messi termasuk empat atlet di dunia dengan kekayaan sebesar itu.

Jika berpegang pada rilisan sejumlah media massa di Eropa, pendapat Messi per tahun adalah 41 juta dolar AS. Saat berada di Barcelona, dengan penghasilan ini Messi dikenai pajak 48 persen, tetapi selama di PSG hanya 27 persen.

Dengan kata lain Messi untung 21 persen setelah pindah ke PSG dari Barcelona. Artinya pula Messi menghemat sekitar 10 juta dolar dari kebijakan pajak di PSG dibanding setoran pajak saat membela Barcelona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here