Reaksi Jose Mourinho Usai Edin Dzeko Digantikan Tammy Abraham: Kudeta yang Sesungguhnya!

0
281

ragasportnews.com – Jose Mourinho senang bukan main ketika AS Roma mendatangkan Tammy Abraham sebagai pengganti Edin Dzeko di lini serang. Sebab, Mourinho sejak lama kenal Abraham. Mourinho tahu kualitas teknis dan mentalnya.

Roma melepas Edin Dzeko ke Inter Milan pada bursa transfer awal musim 2021/2022 ini. Keputusan ini terhitung cukup mengejutkan karena Dzeko telah memulai sesi pramusim dengan Roma. Dzeko bahkan dipercaya sebagai kapten.

Baca juga : Liga Italia: Tammy Abraham Beberkan Alasannya Memilih Bergabung dengan AS Roma

Tidak lama setelah kepergian Dzeko, Il Lupi kemudian meresmikan transfer Tammy Abraham dari Chelsea. Roma harus membayar 40 juta euro untuk bisa membawa pemain berusia 23 tahun ke Stadion Olimpico. Bukan hanya yang murah untuk Roma.

Kudeta!

Roma bukan tim yang bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan Mourinho. Roma punya dana belanja yang terbatas. Mourinho sadat betul dengan kondisi itu. Sukses klub mendatangkan Abraham pun mendapat apresiasi sangat tinggi.

“Saya harus mengatakan manajer umum dan pemilik klub sangat brilian,” kata Mourinho di Roma TV.

“Kenyataannya adalah kami memulai pramusim dengan berpikir kami punya Edin Dzeko dan apa yang terjadi adalah sedikit kejutan bagi kami semua,” imbuh Mourinho.

“Di bursa transfer yang sangat sulit dan dalam situasi keuangan yang sulit untuk setiap, atau lebih tepatnya, hampir setiap klub, memiliki kemauan, ambisi, rasa hormat terhadap emosi para penggemar dan bereaksi dengan cara ini setelah kehilangan Dzeko dan membeli Tammy Abraham kudeta yang sesungguhnya,” tegas Mourinho.

Kenal Luar Dalam

Tammy Abraham tampil sangat impresif pada musim 2019/2020 lalu. Namun, musim lalu, ketajaman Abraham redup ketika Chelsea dilatih Thomas Tuchel. Mourinho tidak risau dengan performa Abraham musim lalu karena mereka kenal dengan baik.

“Saya sudah mengenalnya sejak dia masih kecil. Dia tidak pernah bermain untuk saya, karena dia berusia 14, 15, dan 16 tahun ketika saya masih di Chelsea, tetapi saya mengenalnya dengan sangat baik,” kata Mourinho.

“Saya mengenalnya sebagai pemain, pribadi, dan dalam hal mentalitas. Selalu sulit bagi pemain Inggris meninggalkan negaranya dan Premier League, dan itu mengatakan begitu banyak tentang Abraham.

“Jika Anda meninggalkan Premier League, itu karena Anda ambisius, karena Anda ingin kembali ke tim nasional, karena Anda ingin bermain di Piala Dunia, dan menang di luar Inggris, di mana tidak banyak pemain Inggris yang memiliki karir cemerlang,” tegas Mourinho.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here