Segrup dengan Chinese Taipei di Piala Thomas, Media Malaysia Sebut Indonesia Bernasib Buruk

0
270

ragasportnews.com – Berada satu grup dengan Chinese Taipei di Piala Thomas membuat Indonesia dianggap media di Malaysia bernasib buruk.

Media di Malaysia, The Star, baru-baru ini merilis hasil undian Piala Thomas dan Uber 2020 yang digelar hari Rabu (18/08/21) siang WIB.

Baca juga : Dapat Undian Tak Mudah di Piala Thomas 2020, PBSI Pede Indonesia Bisa Juara Grup

Di dalam artikel tersebut, media memaparkan nasib Indonesia yang merupakan negara tersukses di Piala Thomas dengan 13 gelar sekaligus sebagai unggulan pertama harus menghadapi ujian berat.

Pasalnya, Indonesia yang akan dipimpin ganda putra no.1 dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya harus satu grup dengan peraih medali emas Olimpiade Tokyo, Lee Yang/Wang Chi-lin yang akan memimpin Chinese Taipei.

Selain itu, Indonesia juga akan menghadapi Thailand dan Aljazair di dalam babak penyisihan grup Bisa dipahami, Chinese Taipei  saat ini tengan menjadi salah satu negara bulutangkis yang cukup mengancam.

Khususnya Lee Yang/Wang Chi-lin tengah dalam tren positif tahun ini. Sukses meraih hattrick gelar di Asian Leg di Bangkok, Januari tahun lalu, Lee Yang/Wang Chi-lin kemudian mempersembahkan medali emas pertama untuk negaranya di Olimpiade Tokyo.

Menariknya, Lee Yang/Wang Chi-lin hanya berstatus runner-up di grup A, dengan status juara grup disandang Marcus/Kevin. Namun, Marcus/Kevin justru langsung terhenti di babak perempat final.

Selain Indonesia, media ini juga menyebutkan bahwa juara bertahan China dan juara 2016 Denmark, masing-masing menjadi favorit di Grup C dan Grup D.

Bagaimana Malaysia di Piala Thomas dan Uber?

Sementara itu, media ini juga menyebutkan bahwa Malaysia akan menghadapi kesulitan mengincar dua tempat teratas untuk lolos ke babak perempat final.

Bergabung di grup D Piala Thomas, Malaysia yang akan diperkuat Lee Zii Jia dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik tidak hanya menghadapi unggulan kedua Jepang, namun juga dua tim kuda hitam Inggris dan Kanada.

Malaysia sendiri belum bertemu dengan Jepand dalam dua edisi terakhir di Kunshan 2016 dan Bangkok 2018.

Sementara untuk drawing Piala Uber, tim putri Malaysia harus berjuang keras untuk bisa melewati babak penyisihan grup pertama kalinya sejak 2010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here